Piala Dunia Ke-4 Untuk Gli Azzuri

Piala Dunia Ke-4 Untuk Gli Azzuri

Agen bola terpercaya menuturkan bahwa Piala Dunia 2018 memang memiliki banyak sekali cerita. Sebuah cerita soal tim juara yang saat itu dipenuhi perasaan pesimis karena skandal sepakbola yang menerpa mereka. Kisah ini bercerita tentang negara bernama Italia. Sebetulnya Italia tidak terlalu difavoritkan pada Piala Dunia 2006 silam. Agen bola terpercaya menjelaskan, tergabung dalam Grup E, Italia berhasil menang 2-0 atas Ghana. Kemudian di pertandingan kedua melawan Amerika Serikat, mereka bermain imbang 1-1. Keadaan belum aman, Italia menghadapi Republik Ceko pada pertandingan terakhir babak grup. 2 gol dari Filippo Inzaghi dan Marco Materazzi cukup membawa Italia melaju ke babak 16 besar dengan berstatus pemuncak grup.

Agen bola SBOBET menuturkan, sejumlah kontroversi dan drama terjadi saat Italia berlaga di 16 besar melawan Australia. Kartu merah yang didapatkan Materazzi serta sebuah hadiah tendangan penalti pada injury time yang mampu dieksekusi dengan bagus oleh kaki Francesco Totti menghiasi pertandingan tersebut. Laga menghadapi Ukraina pada perempat final dinilai lebih mudah karena memetik kemenangan telak 3-0, di babak semifinal mereka melawan tuan rumah Jerman. Kedua negara tidak mampu menciptakan gol pada 2x 45 menit serta laga dilanjutkan ke tambahan waktu. Disaat semua pihak yakin kalau drama adu tendangan penalti terjadi, bek fabio Grosso mampu keluar sebagai pahlawan dengan menjebol jala Jens Lehmann di menit ke 120. Kemudian Alessandro Del Piero menciptakan gol kedua Italia.

Agen Bola Terpercaya Sayangkan Absennya Timnas Italia Di Piala Dunia 2018

Laga final Piala Dunia 2006 tidak lepas dari kontroversi dan drama. Agen bola online menjelaskan, Prancis yang jadi foto zinedine zidane dan david trezeguetlawan mereka kala itu sukses unggul lebih dulu lewat tendangan penalti Zinedine Zidane. Marco Materazzi yang sudah menciptakan gol pada Piala Dunia kala itu berhasil menyamakan skor. Kedua kubu saling mencetak gol keduanya. Skor berimbang 1-1 memaksa kedua kubu memainkan waktu tambahan. Dari sinilah drama akhirnya tercipta. Kedua pemain yang menciptakan gol pada laga tersebut, Zidane dan Materazzi, terlihat saling cekcok sebelum akhirnya Zidane menanduk dada sang pemain belakang Italia. Hasilnya, Zidane diberikan kartu merah oleh pengadil lapangan, Prancis harus rela bermain dengan 10 pemain, serta laga dilanjutkan lewat drama adu tendangan penalti.

David Trezeguet, penyerang yang menciptakan gol penentu kemenangan timnas Prancis melawan Italia pada turnamen Piala Eropa 2000 silam jadi satu-satunya nama yang gagal menjalankan tugasnya dengan baik dalam drama tos-tosan ini. Fabio Grosso, sebagai eksekutor Italia yang terakhir, kembali jadi penentu kemenangan timnya. Dan kisah tentang sebuah tim yang tak diunggulkan berakhir dengan cerita yang indah. Agen bola terpercaya menuturkan, 12 tahun berlalu Fabio Cannavaro meraih trofi Piala Dunia ke-4 untuk Italia, 2006 merupakan tahun yang tetap diingat serta menjadi bahan pelajaran untuk skuat Gli Azzuri, sebuah tim yang bahkan tak ikut andil dalam Piala Dunia 2018.

Masteragenbola.com, agen bola sbobet terpercaya

Komentar